Semua artikel Edukasi

Apa Keunggulan Trading CFD Dibandingkan Trading Biasa?

Diterjemahkan dari bahasa Inggris. Baca versi aslinya

Apa Keunggulan Trading CFD Dibandingkan Trading Biasa?

Mari jujur saja: jika trading tradisional sempurna, para trader tidak akan mencari alternatif. Untungnya, CFD adalah pilihan menarik yang memiliki sejumlah keunggulan penting. CFD mengatasi banyak masalah yang biasanya Anda temui dalam trading tradisional. Namun, CFD pun tidak luput dari kekurangan. 

Jadi, apa yang membuatnya lebih baik, tetapi belum sempurna? Untuk memahaminya, mari kita lihat apa yang menjadikan CFD alternatif yang kuat, mengapa semakin banyak trader beralih, dan beberapa hal yang perlu diingat.

Apa Itu Trading CFD?

CFD adalah singkatan dari Contract for Difference. CFD merupakan instrumen trading sekaligus jenis derivatif yang memungkinkan trader berspekulasi pada pergerakan harga aset, mulai dari forex dan kripto hingga saham dan indeks konvensional, tanpa benar-benar memiliki aset yang mendasarinya.

Misalnya, dalam cara tradisional, untuk menjual saham Tesla, Anda harus memilikinya terlebih dahulu. Anda perlu masuk ke pasar dan membeli setidaknya satu saham pada harga berapa pun saat itu. Saat ini, harga saham tersebut adalah $293,04. Artinya, dibutuhkan minimal $293,04 untuk mulai trading.

Batasan ini tidak ada dalam trading CFD. Di sini, Anda dapat menggunakan yang disebut leverage. Leverage memungkinkan Anda mengendalikan transaksi yang lebih besar dengan deposit yang lebih kecil. Misalnya, dengan leverage 10:1, deposit $1.000 memungkinkan trader bertransaksi senilai $10.000 pada suatu aset. Meskipun hal ini jelas meningkatkan potensi profit dan menurunkan hambatan untuk memulai, risikonya juga meningkat. Mengapa? Karena pergerakan pasar yang kecil pun dapat menyebabkan kerugian besar, jadi berhati-hatilah.

Selain itu, CFD memungkinkan Anda bertransaksi baik saat pasar sedang bullish maupun tidak. Bagaimana bisa? Ketika Anda membuka transaksi CFD, Anda masuk ke dalam kontrak dengan broker Anda. Jika Anda membeli (go long), Anda meraih profit jika harga naik. Jika Anda menjual (go short), Anda meraih profit jika harga turun.

Profit atau kerugian Anda didasarkan pada selisih antara harga masuk dan harga keluar. Namun, hal itu akan kita bahas lebih mendalam di bagian berikutnya.

Trading CFD vs. Trading Biasa: Apa Bedanya?

Keduanya adalah instrumen trading yang memungkinkan Anda berpartisipasi di pasar keuangan. Meskipun cukup mirip, ada perbedaan besar yang memisahkan keduanya. Perbedaan utamanya terletak pada konsep kepemilikan.

Seperti dijelaskan pada contoh di atas, dalam trading biasa Anda harus memiliki sahamnya. Saham itu harus menjadi milik Anda, yang berarti ada kepemilikan. Anda dapat menyimpan saham dalam jangka panjang, menerima dividen, dan menjualnya jika harganya naik cukup tinggi sehingga layak dilakukan.

Sebaliknya, dengan CFD Anda tidak memiliki apa pun, karena Anda hanya berspekulasi pada pergerakan harga. Anda membuat kontrak dengan broker Anda, bertaruh apakah harga suatu aset akan naik atau turun. Jika prediksi Anda benar, ke arah mana pun harga bergerak, Anda meraih profit. Jika tidak, yang terjadi sebaliknya. Pada tingkat paling mendasar, itulah keseluruhan konsep trading CFD.

Ada pula perbedaan lain yang lebih mendetail yang membuat keduanya cukup berbeda, yaitu:

1. Leverage dan Margin

Leverage adalah hal yang membuat trading CFD begitu menarik. Pada saat yang sama, leverage juga merupakan keunggulan sekaligus risiko terbesar. Leverage memungkinkan Anda mengendalikan transaksi yang jauh lebih besar daripada dana yang sebenarnya Anda setorkan. Misalnya, dengan leverage 10:1, Anda hanya memerlukan $1.000 untuk bertransaksi senilai $10.000 pada suatu aset. Sederhananya, leverage memperbesar taruhan secara drastis, baik untuk potensi profit maupun kerugian yang ditanggung.

Ini juga berarti hambatan masuk bagi pemula yang tertarik pada trading menjadi rendah. Meski begitu, sebaiknya Anda mempelajari konsep ini secara menyeluruh.

2. Going Long vs. Going Short

Dalam trading biasa, umumnya keuntungan besar diperoleh saat harga naik. Anda membeli saat harga rendah dan menjual saat harga tinggi. Namun jika harga turun, Anda hanya bisa menahan dan menunggu, atau menjual dengan rugi. Short-selling memang dimungkinkan, tetapi rumit. Umumnya, short-selling mengharuskan Anda meminjam aset terlebih dahulu. Dengan CFD, Anda bisa meraih profit baik saat pasar naik maupun turun karena melakukan short itu mudah.

Anda dapat meraih profit dari harga yang turun semudah dari harga yang naik, yaitu dengan menempatkan order jual ketika Anda memprediksi harga saham, mata uang, atau indeks akan turun.

3. Biaya Trading

Baik trading CFD maupun trading biasa memiliki biaya, tetapi keduanya berbeda.

Trading biasa umumnya melibatkan komisi, spread (selisih antara harga beli dan jual), dan terkadang biaya penahanan semalam. Jika Anda memiliki saham, Anda mungkin juga membayar biaya broker.

Trading CFD sering kali memiliki spread yang lebih tinggi karena transaksi dilakukan melalui broker. Beberapa broker mengenakan komisi, dan jika Anda menahan posisi semalam, Anda membayar biaya swap, yaitu bunga atas jumlah yang di-leverage.

Pastikan juga Anda mempelajari perbedaan antara broker CFD vs bursa kripto.

4. Akses Pasar dan Fleksibilitas

Perbedaan besar lainnya antara keduanya adalah akses pasar dan fleksibilitas yang ditawarkan. Trading biasa terbatas pada pasar tertentu. Jika Anda trading saham, Anda harus melalui bursa saham. Jika Anda trading forex, Anda memerlukan broker forex. Jauh dari kata praktis.

CFD memberikan akses ke berbagai pasar dari satu akun, yaitu saham, forex, komoditas, indeks, bahkan mata uang kripto. Memilih platform yang tepat memang penting, tetapi jika sudah tepat, trader yang ingin berpindah-pindah antar aset akan memiliki fleksibilitas yang jauh lebih besar.

Apa Keunggulan Trading CFD Dibandingkan Trading Biasa

Penting untuk dipahami bahwa tidak ada metode trading yang 100% sempurna, karena masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Anda harus menilai perbedaan ini untuk membuat keputusan yang paling sesuai dengan tujuan trading Anda. Mari kita lihat beberapa keunggulan trading CFD dan mengapa CFD mungkin lebih disukai dibandingkan trading tradisional:

1. Raih Profit Saat Harga Naik atau Turun

Beli saat murah, jual saat mahal adalah prinsip dasar dalam investasi jangka panjang. Dalam strategi ini, Anda membeli saham saat harga rendah dan menjualnya saat harga naik. Namun, strategi ini bergantung pada pertumbuhan pasar, artinya Anda hanya bisa meraih profit di pasar bullish, dan Anda juga harus menentukan waktunya dengan tepat.

Ini bisa dibilang sebuah keterbatasan, karena sebagian besar profit hanya bisa diraih saat pasar sedang naik. Jika pasar turun, Anda terjebak menahan aset dan menunggu, atau terpaksa menjual dengan rugi. (Sebenarnya situasinya lebih rumit, karena short-selling memang bisa dilakukan melalui peminjaman, tetapi pada dasarnya begitulah cara kerjanya.)

Dengan CFD, ke arah mana pun pasar bergerak, selama Anda memprediksi nilai suatu aset dengan benar, Anda bisa meraih profit baik di pasar bullish maupun bearish. Hal ini menghilangkan sifat trading tradisional yang sering kali membatasi.

2. Perbesar Keuntungan dengan Leverage

Trading bisa mahal karena adanya konsep kepemilikan. Anda memerlukan sejumlah dana untuk memulai, yang mungkin tidak besar tetapi selalu lebih tinggi daripada yang dibutuhkan CFD.

Trading CFD, dengan konsep leverage, memungkinkan Anda memulai dengan deposit yang lebih kecil sambil tetap bertransaksi dengan nilai yang lebih besar. Leverage ini sering kali 10:1, 50:1, atau bahkan 100:1, tergantung broker dan platformnya. Leverage memungkinkan Anda mengendalikan posisi yang jauh lebih besar dengan dana yang lebih kecil.

3. Hindari Bea Meterai & Biaya Lebih Rendah

Jika tidak ada kepemilikan, tidak ada bea meterai (stamp duty). Inggris mengenakan stamp duty, yaitu semacam pajak atas pembelian saham. CFD tidak mengenal konsep kepemilikan aset sebenarnya, sehingga tidak ada stamp duty.

Selain itu, biaya trading CFD lebih rendah. Biasanya Anda hanya membayar spread dan biaya semalam untuk posisi yang ditahan semalam, meskipun biaya ini umumnya jauh lebih rendah daripada biaya margin tradisional.

4. Lakukan Hedging Tanpa Menjual Aset Anda

CFD adalah alat yang sangat baik untuk hedging. Mari gunakan contoh untuk memahami cara kerjanya dalam praktik.

Jika Anda memiliki saham Tesla senilai $10.000 tetapi memperkirakan penurunan jangka pendek akibat perubahan politik atau ekonomi besar, alih-alih terpaksa menjual saham Anda (yang menimbulkan pajak dan membuat Anda kehilangan potensi keuntungan jangka panjang), Anda cukup melakukan short pada CFD Tesla. Jika harga saham turun, profit dari transaksi CFD Anda akan menutup kerugian yang dialami portofolio saham Anda.

5. Trading di Lebih dari 10.000 Pasar dalam Satu Akun

Trading tradisional memerlukan akun terpisah untuk aset yang berbeda. Satu untuk saham, satu lagi untuk kripto, dan satu lagi untuk forex. Hampir tidak sesuai dengan standar modern. Trading CFD memungkinkan Anda bertransaksi di semua pasar tersebut dari satu akun. Hal ini bervariasi dari satu platform ke platform lain, tetapi umumnya semuanya menawarkan akses ke:

  • Forex
  • Saham
  • Indeks
  • Mata uang kripto
  • Komoditas (emas, minyak, perak)

Hal ini menjadikan CFD sebagai solusi satu pintu yang praktis dan menghemat waktu.

6. Tanpa Tanggal Kedaluwarsa = Periode Penahanan yang Fleksibel

Berbeda dengan futures dan opsi yang cenderung memiliki tanggal kedaluwarsa, CFD dapat ditahan tanpa batas waktu. Meskipun ini berarti ada biaya pendanaan semalam, jika Anda yakin suatu aset akan naik dalam jangka panjang, Anda dapat membiarkan posisi Anda tetap terbuka selama yang Anda inginkan.

Fleksibilitas ini sangat berguna bagi swing trader yang menahan posisi selama berhari-hari atau berminggu-minggu tanpa perlu khawatir soal kedaluwarsa kontrak.

CFD vs. Trading Tradisional: Perbandingan Berdampingan

Agar lebih mudah dipahami, berikut tabel yang membandingkan aspek-aspek utama trading CFD dengan trading tradisional.

Faktor

Trading CFD

Trading Tradisional

Leverage

Leverage tinggi memungkinkan Anda mengendalikan transaksi yang lebih besar dengan deposit yang lebih kecil.

Leverage terbatas, sering kali lebih rendah daripada CFD, dengan persyaratan margin yang ketat.

Biaya

Biaya penahanan semalam, biaya spread dari broker, dan terkadang komisi. Namun, tanpa stamp duty.

Biasanya spread lebih rendah, tetapi berbasis komisi untuk saham. Stamp duty berlaku di beberapa pasar.

Short-Selling

Short selling dimungkinkan, mudah, dan praktis, serta tidak memerlukan peminjaman aset.

Short selling rumit, sering kali memerlukan peminjaman saham dan akun margin

Akses Pasar

Trading di berbagai pasar (saham, forex, kripto, komoditas) dari satu platform.

Diperlukan akun terpisah untuk saham, forex, dan aset lainnya, sehingga akses kurang efisien.

Risiko Trading CFD (dan Cara Menghindarinya)

Sebaiknya jangan melihat trading CFD dengan pandangan terlalu optimistis dan terpukau oleh berbagai keunggulannya. Semua alat trading memiliki risiko, dan CFD pun sama.

Semua manfaat trading CFD datang dengan risiko yang sama besarnya, yang dapat menghabiskan seluruh dana akun Anda jika Anda tidak menjalankannya secara strategis. Berikut tiga risiko utama yang perlu diwaspadai beserta cara menghindarinya:

1. Leverage Berlebihan Dapat Menghabiskan Dana Akun Anda

Konsep leverage adalah hal yang membuat CFD begitu menggoda dan mudah diakses. Namun, leverage juga memiliki sisi negatif. Meskipun memungkinkan Anda mengendalikan posisi besar dengan deposit kecil, Anda bisa dengan mudah mendapati diri Anda menanggung kerugian, terlalu terekspos, dan harus menanggung kewajiban pembayaran yang timbul.

Cara mengatasinya sederhana: gunakan leverage yang lebih rendah jika Anda baru memulai. Pahami konsepnya secara mendalam agar Anda tidak tergoda membuka transaksi hanya karena broker menawarkan leverage 50:1 (itu tidak selalu berarti Anda harus menggunakannya).

Selain itu, sebaiknya jangan pernah mempertaruhkan lebih dari 1-2% modal Anda. Persentase pastinya bisa bervariasi, tetapi intinya adalah menghindari habisnya seluruh dana akun Anda. Terakhir, pasang order stop-loss untuk membatasi potensi kerugian sebelum membesar seperti bola salju.

2. Volatilitas Pasar Dapat Menyebabkan Kerugian Besar yang Tak Terduga

Pasar CFD bisa sangat volatil, terutama saat ada peristiwa berita besar. Politik, perubahan sosial, pengumuman bank sentral, dan laporan ekonomi, semuanya berdampak. Jika Anda berada di sisi yang salah dalam suatu transaksi, kerugian bisa datang dengan cepat. Namun, sisi positifnya, volatilitas bekerja ke dua arah. Berikut tiga tips untuk menyiasati masalah ini:

  • Periksa Kalender Ekonomi sebelum membuka transaksi dan hindari trading menjelang peristiwa berita besar.
  • Gunakan stop-loss.
  • Pertimbangkan untuk mengurangi ukuran posisi saat trading di pasar yang tidak pasti atau sangat volatil.

3. Trading Emosional Menghasilkan Keputusan yang Buruk

Saran ini tak diragukan lagi termasuk yang “mudah diucapkan, sulit dilakukan”. Kita manusia dan hampir selalu berada di bawah pengaruh emosi. Namun, intinya adalah tidak membiarkan emosi mengalahkan logika saat trading. Bagaimanapun, sebaiknya ingat selalu apa yang dipertaruhkan.

Trader sering membiarkan emosi menguasai mereka, baik yang dipicu kepanikan setelah kerugian maupun keserakahan setelah kemenangan. Konsep seperti revenge trading dan overtrading sangat umum (lihat saja, sampai-sampai punya namanya sendiri). Perilaku ini menguras dana akun Anda dengan cepat.

Patuhi rencana trading dan atasi risiko dengan menetapkan titik masuk dan keluar yang jelas. Terimalah kerugian sebagai bagian dari trading, alih-alih melakukan transaksi berisiko untuk menutupinya. Selain itu, beristirahatlah saat diperlukan. Trading saat gelisah, emosional, atau frustrasi jarang menghasilkan hasil yang positif.

Bagaimana XBTFX Dapat Menyederhanakan Trading CFD

Trading CFD memerlukan akses ke platform yang menawarkan banyak fitur relevan serta transparan dalam kebijakan dan model bisnisnya. Kami mendengar hal itu, dan menghadirkan XBTFX.

Sebagai pemenang penghargaan Crypto Broker of the Year, kami memberikan trader berbagai manfaat seperti:

  • Akses ke lebih dari 200 instrumen di berbagai kelas aset, termasuk forex, mata uang kripto, komoditas, indeks, dan saham.
  • Kebebasan memilih antara platform terkemuka di industri seperti cTrader dan MetaTrader 5.
  • Akses ke platform social trading internal tempat trader berpengalaman dapat menghasilkan pendapatan dari strategi mereka yang sukses, dan pemula dapat memilih strategi yang ada dari para profesional.
  • Leverage tinggi hingga rasio 500:1.
  • Dukungan untuk berbagai jenis akun, termasuk akun korporasi, ECN, akun standar, serta akun Islami yang sesuai dengan hukum syariah.

Bergabunglah dengan lebih dari 50.000 trader di seluruh dunia yang telah memilih XBTFX sebagai broker tepercaya mereka. Buat akun gratis dan mulai trading CFD bersama kami hari ini.

Kesimpulan

Trading CFD memberi Anda fleksibilitas yang besar. Namun, untuk meraih kesuksesan, Anda perlu memahami leverage, spread, dan short-selling dengan baik, serta mampu mengelola risiko. Leverage berlebihan, trading emosional, dan mengabaikan faktor eksternal seperti berita ekonomi dapat menyebabkan kesalahan yang mahal.

Pada akhirnya, semuanya bermuara pada memiliki strategi yang solid, disiplin, dan selalu selangkah lebih maju.

FAQ

Apa saja keunggulan trading CFD?

Keunggulan terbesar trading CFD meliputi kemampuan meraih profit dari pasar yang naik maupun turun, akses ke leverage yang memungkinkan trader mengendalikan posisi lebih besar dengan modal awal yang lebih kecil, eksposur ke ribuan pasar, serta kemampuan melakukan hedging pada investasi yang ada tanpa menjual aset.

Semua artikel

Trading sesuai cara Anda.
Trading dengan percaya diri.

Di Mega1 dan MetaTrader 5

Dukungan Langsung

Chat dengan tim dukungan kami, termasuk di akhir pekan.

Situs dukungan

Panduan dan jawaban seputar akun, pendanaan, dan platform Anda.

Kunjungi situs dukungan

Blog

Berita perusahaan, pembaruan pasar, dan wawasan trading.

Baca blog

Peringatan Risiko: Memperdagangkan produk CFD melibatkan tingkat risiko yang tinggi dan mungkin tidak cocok untuk semua investor.